Ini adalah kisah yang
dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi
burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan
merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang. Hari berganti hari, bulan
berganti bulan. Burung-burung kecil ini pun mulai dapat bergerak lincah. Mereka
mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.
17 November, 2017
16 November, 2017
Perbuatan Baik Tidak Sia-Sia
Seorang
pemuda menjadi budak seorang kaya di Romawi. Majikannya sangat kejam kepadanya
sehingga akhirnya ia melarikan diri ke dalam hutan. Di tengah hutan ia
mendengar suara singa yang sepertinya sedang kesakitan. Mula-mula ia takut
tetapi karena kasihan maka ia mendekati singa. Singa. Rupanya kaki singa itu tertindih
pohon dahan pohon yang besar dan ia tak dapat menarik kakinya. Kaki singa itu
terluka parah.
Raja, Black dan Penjaga Kuda (Cerita Rakyat Spanyol)
Dahulu kala, di
Kerajaan Spanyol, ada seorang raja yang mempunyai seekor kuda kesayangan
bernama Black . Black adalah kuda yang gagah, bulunya berkilat, dan
ringkikannya kuat. Raja selalu menungganginya keliling istana.
Suatu pagi,
raja singgah di kandang kuda yang terletak di halaman belakang istana. Raja
sangat heran ketika melihat Mista, si penjaga kuda sedang menyuapi Black. Di
dekat tempat rumput ada baskom kecil, berisi cairan. Dan si Black makan rumput
dengan lahap.
"Rupanya
si Black ini kuda manja. Makan saja disuapi," komentar raja.
Pencurian Tiara Putri Kajal (Cerita Rakyat India)
Putri Kajal terkejut ketika membuka peti kayu tempat
ia menyimpan tiara emasnya. Benda berharga itu sudah tidak ada di tempatnya.
Padahal, ia harus mengenakan tiara emas itu untuk mengunjungi kerajaan
tetangga. Putri Kajal sangat sedih dan bingung.
Putri Kajal langsung melaporkan kejadian itu pada Raja Salman dan
raja segera menitahkan Patih Rangga menyelesaikan masalah ini. Patih Rangga segera
memanggil tiga pengasuh Putri Kajal yang semalam memasuki kamar Putri Kajal.
15 November, 2017
Genghis Khan dan Elangnya
Genghis Khan, pendiri kekaisaran Mongol pergi berburu. Para
sahabatnya membawa busur dan anak panah, tapi Genghis Khan membawa elang
kesayangannya. Di tengah perburuan, Genghis Khan terpisah dari rombongan hingga ia merasa sangat lelah dan haus.
Sementara saat itu musim panas, semua sungai mengering, dan ia tidak bisa
menemukan apapun untuk diminum. Kemudian, dengan takjub, ia melihat selarik air
yang mengalir dari batu di depannya.
Langganan:
Postingan (Atom)




